Kisah Nabi Adam, Pohon yang Dilarang Didekatinya

- 17 September 2020, 07:13 WIB
ILUSTRASI: Deretan Pohon Kurma/ /pixabay/sarangib

SPORTALIGA - Allah membebaskan Adam dan Hawa untuk memakan apapun yang ada di surga, namun dilarang mendekati satu pohon. Dalam Tafsirnya, Ibnu Katsir mengatakan, bahwa itu adalah sebagai ujian untuk Adam.

Lebih lanjut Ibnu Katsir menjelaskan, bahwa para Ulama berbeda pendapat mengenai pohon tersebut. Menurut As-Sudi merujuk kepada hadits dari Ibnu Abbas, bahwa pohon itu adalah pohon anggur. Hal sama juga diamini oleh, Sa'id bin Jubair, Asy-Sya'bi , Ja'dah bin hubairah dan Muhammad bin Qais.

Ibnu Jarir mengungkapkan ada seorang dari Bani Tamim, menceritakan perihal Ibnu Abbas pernah berkirim surat dengan Abu al-Jalad untuk menanyakan pohon yang dimakan Adam dan pohon tempat Adam bertaubat. Abu Jalad menjawab surat tersebut dan menyebutkan bahwa pohon yang Nabi Adam Makan itu adalah pohon gandum, sedangkan pohon tempat Nabi Adam bertaubat itu adalah pohon zaitun.

Baca Juga: Kisah Nabi Adam, Surga Tempat Adam dan Hawa Tinggal

Beberapa ulama yang menafsirkan pohon gandum diantaranya, Hasan al-Bashri, Wahb bin Muanbbih, dan Athiyyah Al-Aufi. Bahkan Muhammad bin Ishaq menuturkan perkataan Wahb bin Muanbbih, pohon gandum di Surga besarnya seperti paha sapi, rasanya lebih lembut dari keju dan lebih manis dari madu.

Selain itu ada yang mengatakan bahwa pohon itu adalah pohon kurma. Hal tersebut diungkapkan oleh Sufyam ats-Tsauri. Ibnu Jarir mengatakan juga dari Mujahid, bahwa pohon itu adalah pohon Tin. Qatadah dan Ibnu Juraij juga mengatakan hal yang sama.

Abu Ja’far ar-Razi mengemukakan pendapat Abu al-Aliyah, yang menyebutkan bahwa siapapun yang memakan pohon tersebut maka akan buang kotoran, padahal seharusnya di Surga tidak ada kotoran.

Baca Juga: Kisah Nabi Adam, Penciptaan Hawa Untuk Membuatnya Tenang

Ibnu Katsir juga menuliskan perkataan Wahb bin Munabbih mengenai pohon tersebut;

Halaman:

Editor: Deli Luthfi Rahman

Sumber: Beragam Sumber


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X